Ketika Kita Menunggu Untuk Suatu Kepastian

Untukmu yang sedang dan akan menungguku kembali. Rasanya berat meninggalkanmu untuk kedua kalinya. Ingatkah kita ketika pertama kali ketemu saling menatap, tapi tak terbesit rasa sayang yang ingin kita ungkapkan. Hari berlalu kita dipertemukan oleh organisasi internal kampus, hingga kita saling memendam rasa. Aku melihatmu sekarang tidak seperti yang pernah kulihat dahulu.

Pada hari itu wisuda universitas barusan usai dikerjakan, kita keduanya sama meliput prosesi acara itu. Tidak terpikirkan olehku terlebih dulu untuk memberi bunga yang dijajakan di sekitaran universitas. Saya memberimu bunga biru itu. Hubungan kita makin dekat, hari-hari yang kita lewati dengan, beragam problem serta kadang-kadang rintangan ikut menghambat jalan kita.

Ingatkah saat kita menginginkan liburan ke Pulau Seribu, saat itu saya tersesat untuk mencari alamat rumahmu. Beberapa hal yang sudah kita lantas dengan. Dari mulai hal yang serius bahkan juga beberapa hal konyol meskipun. sudah kita lewati dengan. Ingatanku kembali menerawang saat saya mengambil keputusan untuk mengantarkanmu pulang kemalaman dari acara di universitas.

Tak tahu kenapa ingatan sesuai sama itu seringkali membuatku sedih. Bagaimana tidak, saat yang sempat kita lalui seolah tidak dapat kita ulangilah untuk sekian waktu kedepan. Iya, jarak serta saat sudah menghambat kita untuk dapat bertatap muka. Bahkan juga untuk menghubungimu saja jaringan seakan tidak merestui. Belum juga beragam aktivitas yang kita kerjakan seolah menghambat kita sekedar untuk membalas pesan.

Saat ini kita sudah dipisah oleh benua. Saya tidak tahu apa yang berlangsung saat ini denganmu. Ketidaksamaan saat kadang-kadang demikian menyesakkan untuk kita. Bahkan juga saat saya menulis ini, mungkin saja anda dengan semua kesibukan yang beda. Pertemuan kita sangat singkat namun saat untuk menanti sangat lama.

 

Sebenaranya bukanlah jarak yang buat hubungan itu berhenti namun keyakinan. Saat keduanya dapat melindungi keyakinan pasangannya berapakah lamapun tidak berjumpa tentu hubungan itu tetaplah abadi.

 

Saat ini saya tengah meniti pendidikan di belahan negeri Eropa, sedang dirimu tengah repot dengan masalah perkuliahanmu. Kapan kita dapat berjumpa kembali cuma Tuhan yang tahu. Mudah-mudahan dengan long distance relationship (LDR) ini dapat buat kita dewasa. Dapat melindungi emosi serta melindungi perasaan kita.

Berikut yang sesungguhnya mesti benar-benaar kita hargai. Bagiku, hadirnya hari-hari sebelumnya sekarang ini begitu bernilai. Kita melaluinya dengan penuh suka ria. Tetapi. kadang-kadang kita lupa untuk menghormati kita sendiri.

 

Bila kita tidak sempat menghormati pasangan yang ada untuk kita, kita seperti sumur. Sumur demikian tidak dibutuhkan saat air masih tetap ada tetapi saat kemarau datang ia demikian diinginkan. Demikianlah cinta, kita mesti menghormati pasangan kita kapanpun itu.

Baca Juga: Kata kata lucu

Bila menginginkan kukatakan kalau hubungan ini tidak senantiasa mulus, sejak kita tidak dengan beragam problem semakin jadi bertambah. Sampai sikap posesif kita buat kita demikian mengekang hubungan kita. Apakah kita dapat tahu keduanya? Akupun tidak dapat menjawab hal tersebut. Tetapi yang menginginkan kukatakan kalau perasaanku sekarang ini masih tetap sama juga dengan waktu kita pertama kalinya berjumpa. Mudah-mudahan kita dapat dipertemukan sekali lagi kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *